Sebelum kita
menulis karangan deskripsi, ada baiknya jika kita mengerti terlebih dahulu
masin-maisng katanya. Karangan adalah karya tulis hasil dari suatu kegiatan
seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikan melalui bahasa tulis
kepada pembaca untuk dapat dipahami. Deskripsi adalah karangan yang berisi
gambaran mengenai suatu hal atau keadaan, sehingga pembaca dapat seolah-olah
melihat, merasakan, atau mendengarkan hal tersebut secara langsung. Jadi,
karangan deskripsi adalah tulisan yang berisi suatu gambaran dari hasil suatu
kegiatan seseorang untuk menyampaikan gagasan agar pembaca dapat seolah-olah
merasakan, melihat, atau mendengarkannya.
Ada empat
jenis karangan yang sering dibuat oleh seseorang, yaitu karangan narasi,
deskripsi, dan eksposisi. Untuk kesempatan ini akan khusus membahas tentang
contoh karangan deskripsi dan penjelasannya. Karangan deskripsi memiliki empat
ciri yang harus diperhatikan yaitu memberikan gambaran tentang suatu benda,
tempat, peristiwa, atau suasana, penggambaran dilakukan dengan melibatkan panca
indra, mempunyai tujuan seolah-olah orang lain/ pembaca dapat merasakan,
mendengar, dan melihat apa yang dideskripsikan oleh pemnulis, dan memberikan
penjelasan mengenai objek yang dideskripsikan (warna, ukuran, sifat, dll).
Karangan
deskripsi memiliki tiga struktur teks yang digunakan untuk menyusunnya yaitu
identifikasi, klasifikasi/ definisi, dan deskripsi bagian. Selain itu, karangan
deskripsi dibagi menjadi enam jenis deskripsi yaitu, tempat, orang, binatang,
objek/ benda, peristiwa, dan suasana (waktu atau hati). Berikut contoh karangan
deskripsi lengkap:
Contoh
Karangan Deskripsi dan Penjelasannya
1. Deskripsi
tempat
Deskripsi
tempat atau lingkungan ini memiliki beberapa kosakata, yaitu lokasi (dialiri
sungai, dekat stasiun, tepi sungai, dekat terminal), keberadaan (disana
terdapat dan berdiri sejak), ciri-ciri khusus (udara, letak daerah strategis,
tinggi/ rendah), dan posisi (sebelah kanan/ kiri, dekat dengan, dan beberapa
meter dari).
Contoh
karangan deskripsi tempat (Pantai Parangtritis):
Pemandanan
Pantai Parangtritis Yogyakarta sangat mempersona. Sebelah kiri pantai terlihat
tebing yang sangat tinggi, sedangkan sebelah kanan kita bisa melihat ada batu
karang besar. Batu karang besar itu seolah-olah siap menjaga wisatawan dari
gempuran ombak yang datang setiap waktu. Deburan ombak terlihat sangat indah,
suaranya, bahkan ketika air laut menyapu pasir dipinggir pantai. Warna
kecoklatan pasirnya terlihat sangat jelas ketika terkena terik matahari. Banyak
wisatawan yang datang ke pantai Parangtritis. Selain itu, wisatawan yang datang
dapat merasakan kesejukan udaranya dengan menaiki kuda yang siap untuk
disewakan. Sepanjang pantai juga terdapat banyak pondok-pondok santap yang
menyiapkan berbagai macam hidangan siap saji maupun pesanan.
2. Dekripsi
orang
Dalam menulis
deskripsi orang ada beberapa kosa kata yang dapat digunakan agar memudahkan
kita dalam membuatnya. Kosa kata dalam deskripsi orang adalah bentuk wajah
(ciri-ciri wajah), bentuk rambut, bentuk tubuh, warna pakaian, watak,
kebiasaan, dan tingi badan.
Contoh
karangan deskripsi orang :
Wanita itu
duduk sendirian di taman kota. Dengan wajah kusam, dia seakan kebingungan.
Rambut yang panjang terurai membuat wajahnya hanya sedikit terlihat. Kulit sawo
matangnya terlihat eksotik saat terkena sinar matahari. Sudah hampir satu jam
dia duduk sendirian di sana. Dari samping terlihat hidungnya sedikit mancung,
perkiraan tingginya tak lebih dari 160cm. Dia memakai seragam sekolah SMA. Dia
masih memakai tas dan sepatu. Dia lebih tepat seperti seseorang yang sedang
membolos sekolah. Sesekali dia terlihat meneteskan air mata. Tangannya gemetar
dan sesekali mengusap air matanya. Orang lain yang melihatnya pasti akan
berpikiran bahwa dia wanita yang sedang dalam masalah dan cengeng.
3. Deskripsi
binatang/ tumbuhan
Deskripsi
binatang/ tumbuhan memiliki beberapa kosa kata yang perlu diperhatikan dalam
penulisannya, yaitu jenis, ukuran, tempat hidup, jumlah anggota badan, ciri
daun/ bunga/ buah/ akar, penampakan fisik, dan warna bulu.
Contoh
karangan deskripsi binatang, hewan, atau tumbuhan :
Andi begitu
senang saat ibunya membelikannya seekor anak kucing. Andi mulai mengamati
kucing barunya yang masih di dalam kandang. Bulunya yang lembut berwarna
dominan hitam. Kucing itu seperti memakai kaos kaki, karna di keempat kakinya
berwarna putih. Bola matanya berwarna agak kehijauan sangat indah. Pancaran
matanya seakan-akan mengajak kita untuk bermain bersama. Telinganya yang kecil
semakin terlihat lucu ketika bergerak-gerak. Ekornya yang belum panjang
sesekali dikibas-kibaskan seakan memberi isyarat untuk mengajak bermain.
4. Deskripsi
objek/ benda
Dalam
penulisan deskripsi objek/ benda ada beberapa suku kata yang perlu diperhatikan
yaitu ukuran (luas, tinggi, panjang, lebar, dalam, berat, dan isi), bentuk,
warna, tekstur, pola, dan dekorasi, motif, bahan, posisi bagian tertentu, dan
nilai, mutu, dan keguanaan.
Contoh
deskripsi objek atau benda:
Aku senang
sekali ketika di hari ulang tahunku, ibu membelikanku sebuah replika robot
bumblebee. Tinggi robot itu kira-kira 30cm. Bentuknya sangat mirip dengan
aslinya. Warna kuning mendominasi robot itu. Warna catnya yang mengkilat
membuat robot itu seolah-oleh nyata. Catnya juga sangat halus jadi saat
menyentuhkan membuatku tak ingin menyakitinya. Detail robot juga sangat
terlihat jelas dari tiap lekuk badan robot.
5. Deskripsi
kejadian/ peristiwa
Dalam
penulisan deskripsi kejadian atau peristiwa ada beberapa kosa kata yang
digunakan, yaitu kata hubung waktu (setelah, sebelum, dan pada saat), kata
hubung sebab-akibat, dan kata hubung kontras (meskipun, sebaliknya).
Contoh
deskripsi kejadian :
Sebelum gempa
yang terjadi di Yogyakarta pada tahun 2006 itu, terjadi letusan gunung berapi
sebanyak 10 kali. Namun, ternyata gempa tersebut bukan berasal dari letusan
gunung merapi, melainkan berpusat di laut selatan pantai Parangtritis. Gempa
tersebut disebabkan oleh lempengan bumi dasar laut yang mulanya renggang mulai
menyatu. Meskipun demikian, gempa yang berpusat di laut tidak menyebabkan
terjadinya stunami.
6. Deskripsi
suasana hati
Dalam
penulisan deskripsi suasana hati ada satu kosa kata yang perlu diperhatikan
yaitu menggunakan pilihan kata dan kejujuran.
Contoh :
Rani sangat
kecewa ketika melihat nilai rapotnya yang memiliki warna merah. Dia menangis
dan melambiaskan kekecewaannya dengan berteriak-teriak di dalam kamarnya. Dia
kesal, sedih, juga kecewa karena terlalu banyak bermain dia sampai lupa
kewajiban utamanya adalah belajar. Rani juga bingung bagaimana dia menjelaskan
hasil rapot itu kepada orangtuanya. Dia takut ayahnya akan memarahinya dan
mengurangi uang jajannya. Karena takut rani mondar-mandir di dalam kamar dan
mengunci pintunya. Rani sadar betul itu kesalahannya, jadi beberapa saat
kemudian dia berpikir untuk berterusterang pada kedua orangtuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar