BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemerintah
dewasa ini sedang dituntut melaksanakan pembangunan dan dituntut pula untuk
melakukan perubahan di segala bidang. Salah satunya adalah tuntutan kepada
masyarakat dan membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan
sebaik-baiknya.
Dalam
era globalisasi saat ini, Indonesia ditantang untuk terus membangun dalam
segala bidang demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur. Hal ini sesuai
dengan tujuan dari pembangunan nasional yang hakekatnya adalah pembangunan
nasional yang seutuhnya berikut masyarakatnya seutuhnya.
Untuk
mencapai tujuan tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang sehat jasmani dan
rohani. Maka pemerintah telah berupaya meningkatkan kesehatan melalui
penyediaan sarana kesehatan, salah satunya adalah Rumah Sakit.
Perkembangan
Rumah Sakit sekarang ini mengalami transformasi besar. Pada perkembangannya
Rumah Sakit didirikan umumnya untuk kebutuhan menyehatkan masyarakat dan
diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas dari semua
kalangan dengan sebaik-baiknya.
Rumah
Sakit adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa, dimana dalam
menjalankan kegiatannya diperlukan tenaga kerja cukup banyak yang menguasai
teknologi, alat-alat medis, pelayanan fasilitas dan sarana yang memadai, penyediaan
makanan, peralatan serta sistem manajemen admistrasi yang terkoordinasi dengan
baik, karena pelayanan dengan mutu atau kualitas yang terbaik akan dipilih oleh
para konsumen, apalagi sebagai perusahaan perusahaan yang bergerak dibidang
jasa tentunya peningkatan pelayanan merupakan hal yang sangat penting yang
harus diperhatikan.
Dengan semakin
banyaknya orang yang memerlukan jasa kesehatan,, rumah sakit harus dapat
bersaing bagaimanan caranya untuk dapat menarik konsumen, khususnya pasien. Pelayanan dengan
mutu atau kualitas yang terbaik akan dipilih oleh para konsumen, apalagi
sebagai perusahaan perusahaan yang bergerak dibidang jasa tentunya peningkatan
pelayanan merupakan hal yang sangat penting yang harus diperhatkan. Dengan
memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung rumah sakit, diharapkan dapat
memberikan kepuasan dan jaminan untuk menggunakan pelayanan tersebut kembali
pada saat diperlukan lagi, sehingga dapat membiayai dana operasional rumah
sakit yang bersangkutan.
Tetapi apakah
pelanggan merasa puas atau tidak dengan pelayanan yang sudah diberikan, hal
tersebut kembali pada individu pelanggan. Oleh karena itu, penulis tertarik
menegtahui bagaimana perkembangan kedatangan pelanggan pada Rumah Sakit Rawa
Lumbu.
Dalam hal ini
penulis akan meneliti kepuasaan pelanggan pada Rumah Sakit Rawa Lumbu dengan
memberi judul : ANALISIS KEPUASAAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN RUMAH SAKIT
HOSANA MEDICA”.
1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.2.1 Rumusan Masalah
Yang menjadi masalah dalam penulisan
ilmiah ini adalah :
Apakah pelanggan Rumah Sakit Hosana
Medica merasa puas dengan pelayanan yang
diberikan?
1.2.2 Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada
kepuasaan pelanggan terhadap pelayanan pada Rumah Sakit Hosana Medica, melalui
penyebaran kuesioner yang dilakukan terhadap 100 responden dengan menggunakan
alat analisis Skala Likert dan Chi Square.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan peneltian ini adalah untuk
mengetahui tingkat kepuasaan pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Hosana Medica.
1.4 Manfaat
Penelitian
Dari penelitian yang dilakukann dapat diperoleh manfaat
sebagai berikut :
1.Manfaat Akademis
Penulis dapat lebih memahami mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi dalam keputusan konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk
dan lebih memahami strategi persaingan usaha. Penulisan ini dapat dijadikan
bahan referensi bagi mahasiswa lain yang ingin melakukan penelitian sejenis.
2.Manfaat
Praktis
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan bagi
Rumah Sakit tersebut untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga
Rumah Sakit akan mudah untuk melakukan strategi pemasaran.
1.5.Metode Penelitian
15.1.Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penulisan ilmiah ini Rumah Sakit
Hosana Medica di jalan Pramuka No. 12 Narogong, Sepanjang Jaya, Rawa Lumbu
Bekasi, Jawa Barat.
1.5.2. Data / Variabel
Data primer merupakan informasi yang dikumpulkan terutama
untuk tujuan investigasi yang sedang dilakukan sati ini. Sedangkan data
sekunder merupakan informasi yang dikumpulkan ukan untuk kepentingan studi yang
dilakukan saat ini tetapi untuk beberapa tujuan lain.
15.3Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi :
1.Wawancara
: Wawancara merupakan proses pengumpulan data dengan cara melakukan Tanya jawab
dan sambil bertatap muka antara penanya dengan responsen yang menjadi pembeli
tahu bungseng sumedang serta dilakukan juga antara penanya dengan pihak obyek
penelitian guna memperoleh data yang diperlukan dan mendukung kelengkapan data,
proses pengumpulan data ini dilakukan oleh penulis.
2.Observasi
: Mengadakan pengamatan langsung objek yang sedan gpenulis teliti untuk
mendapatkan informasi yang diperlukan sehubung dengan tingkat kepuasaan
pelanggan.
3.Kuesioner
: Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberikan seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden yang membeli produk
tahu bungseng sumdang dengan mengisi serta mengikuti panduan yang ada di
kuesioner. Adapun prosedur dalam metode pengumpulan data ini, yaitu :
membagikan kuesioner tersebut; lalu responden diminta mengisi kuesioner pada
lembar jawaban yang telah disediakan; kemudian lembar kuesioner dikumpulkan,
diseleksi, diolah, dan dianalisis.
1.5.4. Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau
lebih popolasi, hipotesis juga merupakan jawaban sementara terhadap rumusan
masalah.
Hipotesis yang akan dibuktikan oleh penulis yaitu :
Ho : Pelanggan merasa tidak puas terhadap
pelayanan Rumah Sakit Hosana Medica.
Ha : Pelanggan merasa puas terhadap
pelayanan Rumah Sakit Hosana
Medica.
1.5.5 Alat analisis yang digunakan
Skala Likert
Skala likert yang mengukur setiap pendapatan dan persepsi
seorang atau kelompok orang tertentu, fenomena sosial jawaban tersebut dapat
diskor (nilai).
Uji Chi Square
Uji
Chi Square yaitu pengujian hipotesis tentang perbandingan antara frekuensi
sample yang benar-benar terjadi disebut
frekuensi Observasi (Fo) dengan frekuensi Harapan (Fe).
BAB
II
LANDASAN TEORI
2.1Kerangka Teori
Penulis
akan mengemukakan berbagai pemahaman dengan teori-teori yang berhubungan dengan
penulisan ini.
3.1Definisi Pemasaran
Pemasaran adalah semua kegiatan usaha yang diperlukan untuk mengakibatkan
terjadinya pemindahan pemilikan barang atau jasa dan untuk menyelenggarakan
distribusi fisiknya sejak dari produsen awal sampai konsumen akhir (Sigit
2002:6).
Definisi pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses
suatu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa
yang bernilai dengan pihak lain (Kotler 2005 : 10)
Pemasaran adalah sebuah orientasi yang digunakan perusahaan
untuk mencapai tujuannya dengan memfokuskan pada kebutuhan dan kepuasaan
pelanggan (Yusuf dan Williams, 2007 : 29).
2.1.2Definisi Jasa
Jasa adalah tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan
oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak
mengakibatkan kepemilikan apapun (Kotler, 1999 : 16).
1. Kualitas Jasa
Definisi kualitas jasa adalah tingkat keunggulan dan
pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan
pelanggan (Wyekof, 1998). Dengan kata lain dua faktor utama yang mempengaruhi
kualitas jasa yaitu, expected service dan
percelued service (perasuraman) (et
al, 1985).
Macam-macam
jasa dapat diuraikan sebagai berikut (Kotler, 1994 : 465) :
(1)
Barang berwujud murni
Disini
hanya terdiri dari barang berwujud seperti sabun, pasta.
Tidak ada jasa yang menyertai
produk tersebut.
(2)
Barang berwujud yang disertai jasa
Disini
terdiri dari barang yang berwujud yang disertai satu jasa atau lebih jasa untuk
mempertinggi daya tarik pelanggan.
(3)
Campuran
Disini
terdiri dari barang dan jasa dengan proposi yang sama contohnya : Bengkel yang
didukung oleh barang atau alat-alat yang digunakan dan pelayanan tenaga ahli.
(4)
Jasa utama yang disertai barang utama dan jasa tambahan
Disini
terdiri dari jasa utama dengan jasa tambahan atau barang pelengkap.
(5)
Jasa murni
Disini
hanya terdiri jasa, contohnya adalah jasa menjaga bayi, psikoterapi.
2. Karakteristik Jasa
Karakteristik
jasa dapat dijabarkan sebagai berikut (Kotler, 1999 : 16) :
(a)
Ingtangible (tidak berwujud)
Suatu
jasa memiliki sifat tidak berwujud , tidak dirasakan dan dinikmati sebelum
dibeli oleh konsumen.
(b)
Insepabirity (tidak dapat dipisahkan)
Pada
umumnya jasa yang diproduksi (dihasilkan) dan dirasakan pada watu bersamaaan
dan apabila dikehendaki oleh eseorang untuk diserahkan kepada pihak lainnya,
maka dia akan tetap merupakan bagian dari jasa tersebut.
(c)
Variability ( bervariasi)
Jasa
senantiasa mengalami perubahan, tergantung dari siapa penyedia jasa dan kondisi
dimana jasa tersebut diberikan.
(d)
Perishability (tidak tahan lama)
Daya
tahan suatu jasa tergantung suatu situasi yang diciptakan berbagai faktor.
2.1.3 Definisi Rumah Sakit
Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit
adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi
menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif)
dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah sakit juga
merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik.
Berdasarkan undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah
sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan
yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
1. Tugas dan Fungsi Rumah Sakit
Rumah Sakit Umum mempunyai misi memberikan pelayanan
kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat. Tugas rumah sakit umum adalah melaksanakan upaya
pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan
penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan peningkatan
dan pencegahan serta pelaksanaan upaya rujukan.
2.1.4 Definisi Kepuasaan Konsumen
Kepuasan konsumen adalah perasaan
seseorang yang puas atau sebaliknya setelah membandingkan antara kenyataan dan
harapan yang diterima dari sebuah produk atau jasa (Kotler 2000:36).
2.1.5 Definisi Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan adalah persepsi pelanggan bahwa
harapannya telah terpenuhi atau terlampaui (Gerson, 2004:3).
Menurut Richard Oliver kepuasan
pelanggan adalah respon pemenuhan dari konsumen (Umar, 2003 : 14).
Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan konsumen setelah
membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan, dibandingkan dengan harapan
(Kotler, 1995)
2.1.6 Metode
Mengukur Kepuasaan Pelanggan
Ada 4 metode yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan
pelanggan yaitu (Kotler,1994):
(1)
Sistem keluhan dan saran setiap perusahaan yang berorientasi pada pelanggan
(customer oriented) perlu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para
pelanggannya untuk menyampaikan saran, pendapat dan keluhan mereka. Media yang
bisa digunakan meliputi kotak saran yang diletakkan di tempat-tempat strategis,
menyediakan kartu komentar, menyediakan saluran telepon khusus, dll. Informasi
yang diperoleh melalui metode ini dapat memberikan ide-ide baru dan masukan
yang berharga kepada perusahaan,sehingga memungkinkannya untuk memberikan
respon secara cepat dan tanggap terhadap masalah yang timbul.
(2) Survai kepuasan pelanggan melalui survai perusahaan akan memperoleh tanggapan dan umpan balik secara langsung dari pelanggan dan sekaligus juga memberikan tanda (signal) positif bahwa perusahaan menaruh perhatian terhadap para pelanggannya. Pengukuran kepuasan pelanggan melalui metode ini dapat dilakukan dengan berbagai cara.
(2) Survai kepuasan pelanggan melalui survai perusahaan akan memperoleh tanggapan dan umpan balik secara langsung dari pelanggan dan sekaligus juga memberikan tanda (signal) positif bahwa perusahaan menaruh perhatian terhadap para pelanggannya. Pengukuran kepuasan pelanggan melalui metode ini dapat dilakukan dengan berbagai cara.
(3)
Ghost shopping metode ini
dilaksanakan dengan cara mempekerjakan beberapa orang (ghost shopper) untuk
berperan atau bersikap sebagai pelanggan potensial produk perusahaan dan pesaing.
Lalu ghost shopper tersebut menyampaikan temuan-temuannya mengenai kekuatan dan
kelemahan produk perusahaan dan pesaing berdasarkan pengalaman mereka dalam
pembelian produk-produk tersebut.
(4) Lost
customer analysis, pada metode ini perusahaan berusaha menghubungi para
pelanggannya yang telah berhenti membeli atau yang telah beralih pemasok. Yang
diharapkan adalah akan diperolehnya informasi penyebab terjadinya hal tersebut.
Informasi ini sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengambil kebijakan
selanjutnya dalam rangka meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
2.2 Alat Analisis
2.2.1 Skala Likert
Skala Likert yaitu mengukur sikap pendapat dan persepsi
seorang atau kelompok orang tertentu fenomena sosial jawaban tersebut dapat
diskor (nilai). Dalam hal ini digunakan skala lima tingkat untuk memenuhi
kepuasaan pelanggan setiap tingkatan
akan diberi bobot sebagai berikut :
1. Jawaban sangat puas
diberi bobot 5
2. Jawaban puas diberi
bobot 4
3. Jawaban cukup puas
diberi bobot 3
4. Jawaban kurang puas
diberi bobot 2
5. Jawaban tidak puas
diberi bobot 1
2.2.2 Chi kuadrat (Chi square)
Untuk mengetahui kepuasaan pelanggan maka digunakan alat
analisis uji kuadrat (Chi square). Chi square adalah pengujian hipotesis
mengenai perbandingan antara frekuensi observasi atau yang benar-benar terjadi
atau aktual dengan frekuensi harapan. Yang dimaksud dengan frekuensi harapan
adalah frekuensi yang nilainya dapat di hitung secara teoritis (e). sedangkan
dengan frekuensi observasi adalah frekuensi yang nilainya didapat dari hasil
percobaan (0). Dalam statistik, distribusi chi square termasuk dalam statistik
nonparametrik. Distribusi nonparametrik adalah distribusi dimana
besaran-besaran populasi tidak diketahui. Distribusi ini sangat bermanfaat dalam
melakukan analisis statistik jika kita tidak memiliki informasi tentang
populasi atau jika asumsi-asumsi yang dipersyaratkan untuk penggunaan statistik
parametrik tidak terpenuhi. Beberapa hal yang perlu diketahui berkenaan dengan
distribusi chi square adalah: Distribusi chi square memiliki satu parameter
yaitu derajad bebas (db). Nilai-nilai chi square di mulai dari 0
disebelah kiri, sampai nilai-nilai positif tak terhingga di sebelah kanan.
Probabilitas nilai chi square di mulai dari sisi sebelah kanan.
Luas daerah di bawah kurva normal adalah 1. Nilai dari chi square bisa dicari jika kita memiliki informasi luas daerah disebelah kanan kurva serta derajad bebas.
Probabilitas nilai chi square di mulai dari sisi sebelah kanan.
Luas daerah di bawah kurva normal adalah 1. Nilai dari chi square bisa dicari jika kita memiliki informasi luas daerah disebelah kanan kurva serta derajad bebas.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1Objek Penelitian
Objek
penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah Rumah Sakit Hosana Medica yang
berada di jalan Pramuka No. 12 Narogong, Sepanjang Jaya, Rawa Lumbu Bekasi,
Jawa Barat.
Objek
yang menjadi sample adalah 100 0rang pelanggan dari keseluruhan populasi yang
diperoleh penulis dengan menggunakan sampling acak, yaotu penulis menggambil
sample secara acak, dimana masing-masing responden memiliki peluang yang sama
untuk menjadi sample
3.1.1Profil Singkat Rumah Sakit
Hosana Medica Bekasi
Rumah sakit Hosana Medica terletak dijalan rawa lumbu Bekasi
dengan bangunan 4 lantai, luas tanah 2500 M, luas bangunan 800 M. D gedung
rumah sakit Hosana Medica dilantai 1 terdapat ruang ICU, IGD, UGD, dilantai 2
terdapat ruang rawat inap anak dan poli gigi, dilantai 3 terdapat laboratorium
dan rawat inap untuk dewasa dan ruang isolasi., dilantai 4 terdapat ruang
bersalin dan poli syaraf.
Visi :
Rumah sakit Hosana Medica sebagai unit pelayanan prima yang
professional, terjangkau, berkesinambungan, mandiri dan mengutamakan kepuasaan
pelanggan dengan pelayanan yang ramah.
Misi :
1. Memberdayakan sumber daya manusia dalam menghadapi era
globalisasi.
2.
Mengembangkan mutu pelayanan secara optimal, baik promoif, preventif,
kurutif, dan rehabilitatif.
4.
Menggalang kerja sama dengan mitra kerja.
Tujuan
:
1.
Mengembangkan profesionalisme sumber daya manusia bidang medis dan non
medis.
2.
Terwujudnya penempatan karyawan sesuai dengan keahliannya.
3.
Meningkatkan prestasi kerja dan kinerja karyawan.
4.
Terwujudnya mutu pelayanan kesehatan yang paripurna untuk kepuasaan
pelanggan.
5.
Terwujudnya system manajemen rumah sakit.
6.
Terwujudnya kerjasama dengan mitra kerja dan instutisi pendidikan.
Moto
: Melayani dengan kasih dan senyum.
3.2
Data/Variable yang digunakan
Data
atau variabel yang digunakan berupa data primer dengan menyebarkan kuesioner
kepada pelanggan Rumah Sakit Hosana Medica, yang pernah datang untuk
menjalankan pengobatan di rumah sakit tersebut.Kuesioner tersebut dibagi
kedalam lima dimensi yaitu :
1.
Dimensi Kehandalan : Segala
kemampuan untuk melakukan pelayanan jasa yang telah diberikan secara pasti dan
terpercaya.
2.
Dimensi Daya Tanggap : Kepekaan
karyawan terhadapsetiap permintaan konsumen/pelanggan.
3.
Dimensi Jaminan : Segala kemampuan dan
pengetahuan karyawan untuk
menimbulkan kepercayaan dan keyakinan kepada konsumen/pelanggan.
4.
Dimensi Empaty : Kemampuan karyawan
dalam memahami pemanfaatan jasa.
5.
Dimensi Berwujud : Segala penampilan
fisik dan segi kualitas bangunan atau tempat dan kualitas perlengkapan.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Penulis mengadakan
proses pengumpulan data menggunakan cara field
Research (penelitian lapangan), yaitu penelitian lapangan dengan
mengumpulkan dan menerapkan beberapa metode anatara lain :
5.
Wawancara : Wawancara merupakan proses pengumpulan data dengan cara melakukan
Tanya jawab dan sambil bertatap muka antara penanya dengan responsen yang
menjadi pembeli tahu bungseng sumedang serta dilakukan juga antara penanya
dengan pihak obyek penelitian guna memperoleh data yang diperlukan dan
mendukung kelengkapan data, proses pengumpulan data ini dilakukan oleh penulis.
6.Observasi
: Mengadakan pengamatan langsung objek yang sedan gpenulis teliti untuk
mendapatkan informasi yang diperlukan sehubung dengan tingkat kepuasaan
pelanggan.
7.
Kuesioner : Metode pengumpulan data dengan cara membagikan angket kepada
responden untuk diisi guna mendapatkan data yang diinginkan. Dan dilakukan
dengan menyebarkan kuesione ryang berisi pertanyaan-pertanyaan yang dibagikan
kepada 100 pelanggan Rumah Sakit Hosana Medica untuk mengetahui tingkat
kepuasaan pelanggan Rumah Sakit Hosana Medica yang dilihat dari lima dimensi yaitu
: dimensi kehandalan, dimensi ketanggapan, dimensi jaminan, dimensi empati dan
dimensi berwujud.
3.4 Hipotesis
Penelitian
Hipotesis
adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih popolasi, hipotesis juga
merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah.
Hipotesis
yang akan dibuktikan oleh penulis yaitu :
Ho : Pelanggan merasa tidak puas terhadap
pelayanan Rumah Sakit Hosana Medica.
Ha : Pelanggan merasa puas terhadap
pelayanan Rumah Sakit Hosana
Medica.
3.5 Alat
Analisis yang digunakan
3.5.1 Skala Likert
Skala Likert yaitu mengukur sikap
pendapat dan persepsi seorang atau kelompok orang tertentu fenomena sosial
jawaban tersebut dapat diskor (nilai). Dalam hal ini digunakan skala lima tingkat
untuk memenuhi kepuasaan pelanggan setiap tingkatan akan diberi bobot sebagai berikut :
1. Jawaban sangat puas
diberi bobot 5
2. Jawaban puas diberi
bobot 4
3. Jawaban cukup puas
diberi bobot 3
4. Jawaban kurang puas
diberi bobot 2
5. Jawaban tidak puas
diberi bobot 1
3.5.2 Chi kuadrat (Chi square)
Untuk mengetahui kepuasaan pelanggan maka digunakan alat
analisis uji kuadrat (Chi square). Chi square adalah pengujian hipotesis
mengenai perbandingan antara frekuensi observasi atau yang benar-benar terjadi
atau aktual dengan frekuensi harapan. Yang dimaksud dengan frekuensi harapan
adalah frekuensi yang nilainya dapat di hitung secara teoritis (e). sedangkan
dengan frekuensi observasi adalah frekuensi yang nilainya didapat dari hasil
percobaan (0). Dalam statistik, distribusi chi square termasuk dalam statistik
nonparametrik. Distribusi nonparametrik adalah distribusi dimana
besaran-besaran populasi tidak diketahui. Distribusi ini sangat bermanfaat
dalam melakukan analisis statistik jika kita tidak memiliki informasi tentang
populasi atau jika asumsi-asumsi yang dipersyaratkan untuk penggunaan statistik
parametrik tidak terpenuhi. Beberapa hal yang perlu diketahui berkenaan dengan
distribusi chi square adalah: Distribusi chi square memiliki satu parameter
yaitu derajad bebas (db). Nilai-nilai chi square di mulai dari 0
disebelah kiri, sampai nilai-nilai positif tak terhingga di sebelah kanan.
Probabilitas nilai chi square di mulai dari sisi sebelah kanan.
Luas daerah di bawah kurva normal adalah 1. Nilai dari chi square bisa dicari jika kita memiliki informasi luas daerah disebelah kanan kurva serta derajad bebas.
Probabilitas nilai chi square di mulai dari sisi sebelah kanan.
Luas daerah di bawah kurva normal adalah 1. Nilai dari chi square bisa dicari jika kita memiliki informasi luas daerah disebelah kanan kurva serta derajad bebas.
Ref:
http://manado.tribunnews.com/2011/12/07/berikut-strategi-menjamin-kepuasan-pelanggan
http://iyano.wordpress.com/2010/05/26/chi-square/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar